Cekidoott !!
Perkenalkan, nama saya Tata. Saya memiliki teman dekat, sebut saja namanya Ifa. Selama ini dialah yang saya percaya sebagai tempat berbagi cerita saya. Begitu pula dengannya yang telah banyak bercerita dengan saya. Namun, pada suatu saat saya tengah memiliki masalah. Dan masalah tersebut mengenai Hati/Perasaan. Tanggal 25 Agustus 2014 saya jadian dengan seorang laki-laki yang saya sayangi, sebut saja namanya Nanta. Sebelum semua terjadi, saya saling mengode dengan seorang laki-laki yang bernama Fafa. Memang sih, dulu saya sempat berpikir telah menyukainya sejak kelas 7 namun, semua itu hilang sejak dibuatnya peraturan yang menunjukkan bahwa tidak ada yang boleh berpacaran dengan anak sekelas. Semenjak itu, saya sudah berubah pikiran untuk menganggapnya sebagai teman dekat yang mungkin sangat dekat sekali. Namun, mungkin dia berpikir lain tentang semua itu. Di pikiran saya mungkin dia mengira bahwa selama ini saya telah Nge'PHP dia secara tidak langsung dengan saya berpacaran dengan Nanta. Mau bagaimana lagi? Saya sudah tidak bisa terus-terusan menggantungkan perasaannya dan dia juga tidak seharusnya menggantungkan perasaan saya, apapun yang terjadi seharusnya harus ada Kepastian. Namun tidak dengannya, dia begitu patuh dengan peraturan kelas sehingga dia mengobarkan perasaannya. Setahu saya, selama ini dia terus-terusan galau baik di kelas maupun Tweet-tweetnya yang dia post setiap harinya. Saya telah menceritakan semua itu kepada Ifa selaku teman curhat saya, saya melihat responnya baik. Namun, tidak disangka-sangka di belakang saya dia telah memprovokator teman-teman sehingga saya telah dianggap sebagai PHP (Pemberi Harapan Palsu). Yang lebih kejam dari sifatnya itu dia mendekati Fafa padahal dia telah memiliki seorang kekasih, dan biasanya jika ada orang yang galau, sedih, gundah, dll itu seharusnya dihibur atau jika bisa diberi solusi dan membantu memikirkan jalan keluar masalah tersebut namun tidak dengan Ifa, dia justru malah manas-manasi Fafa saat galau bahkan ikut-ikut galau gajelas. Ifa dengan mudahnya sering berkata "Waa Jlebb Faa" tanpa melirik aku yang saat itu dengan jelas memperhatikan sikap gilanya tersebut. Dan sekarang, apa yang terjadi? Masalah semakin runyam, teman dekat Fafa, Shofia, dan Rahman percaya sekali dengan semua cerita yang disampaikan oleh Ifa. Hanya ada 2 teman yang paham akan perasaanku dan dia tau apa yang sebenarnya saya pikirkan dan saya rasakan.
Saya hanya bisa menunggu waktu dan saat yang tepat untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah ini. Jika saya memang tidak mampu untuk menyelesaikan ini semua, saya hanya bisa pasrah kepada Allah dan meminta agar segera diluruskan masalah ini. Sekarang, saya pribadi hanya membutuhkan Solusi dan Doa dari para pembaca untuk menyelasaikan masalah yang saya hadapi saat ini.
Sepertinya, hanya itu yang dapat saya ceritakan untuk malam ini. Jika ada tutur kata yang salah atau menyinggung, saya Mohon Maaf yang sebesar-besarnya. Terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar