Jumat, 12 September 2014

NUSUK !!

Selamat Malam para pembaca. Saat ini saya akan memposting sebuah cerita yang mungkin bisa dibilang NGEJLEB banget sih. Seorang korban Tusuk dari temannya sendiri yang selama ini dia mempercayai temannya tersebut sebagai tempat curhatnya maka dari itu, saya ingin meminta solusi dari kalian semua, para pembaca. 
Cekidoott !!

Perkenalkan, nama saya Tata. Saya memiliki teman dekat, sebut saja namanya Ifa. Selama ini dialah yang saya percaya sebagai tempat berbagi cerita saya. Begitu pula dengannya yang telah banyak bercerita dengan saya. Namun, pada suatu saat saya tengah memiliki masalah. Dan masalah tersebut mengenai Hati/Perasaan. Tanggal 25 Agustus 2014 saya jadian dengan seorang laki-laki yang saya sayangi, sebut saja namanya Nanta. Sebelum semua terjadi, saya saling mengode dengan seorang laki-laki yang bernama Fafa. Memang sih, dulu saya sempat berpikir telah menyukainya sejak kelas 7 namun, semua itu hilang sejak dibuatnya peraturan yang menunjukkan bahwa tidak ada yang boleh berpacaran dengan anak sekelas. Semenjak itu, saya sudah berubah pikiran untuk menganggapnya sebagai teman dekat yang mungkin sangat dekat sekali. Namun, mungkin dia berpikir lain tentang semua itu. Di pikiran saya mungkin dia mengira bahwa selama ini saya telah Nge'PHP dia secara tidak langsung dengan saya berpacaran dengan Nanta. Mau bagaimana lagi? Saya sudah tidak bisa terus-terusan menggantungkan perasaannya dan dia juga tidak seharusnya menggantungkan perasaan saya, apapun yang terjadi seharusnya harus ada Kepastian. Namun tidak dengannya, dia begitu patuh dengan peraturan kelas sehingga dia mengobarkan perasaannya. Setahu saya, selama ini dia terus-terusan galau baik di kelas maupun Tweet-tweetnya yang dia post setiap harinya. Saya telah menceritakan semua itu kepada Ifa selaku teman curhat saya, saya melihat responnya baik. Namun, tidak disangka-sangka di belakang saya dia telah memprovokator teman-teman sehingga saya telah dianggap sebagai PHP (Pemberi Harapan Palsu). Yang lebih kejam dari sifatnya itu dia mendekati Fafa padahal dia telah memiliki seorang kekasih, dan biasanya jika ada orang yang galau, sedih, gundah, dll itu seharusnya dihibur atau jika bisa diberi solusi dan membantu memikirkan jalan keluar masalah tersebut namun tidak dengan Ifa, dia justru malah manas-manasi Fafa saat galau bahkan ikut-ikut galau gajelas. Ifa dengan mudahnya sering berkata "Waa Jlebb Faa" tanpa melirik aku yang saat itu dengan jelas memperhatikan sikap gilanya tersebut. Dan sekarang, apa yang terjadi? Masalah semakin runyam, teman dekat Fafa, Shofia, dan Rahman percaya sekali dengan semua cerita yang disampaikan oleh Ifa. Hanya ada 2 teman yang paham akan perasaanku dan dia tau apa yang sebenarnya saya pikirkan dan saya rasakan. 
Saya hanya bisa menunggu waktu dan saat yang tepat untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah ini. Jika saya memang tidak mampu untuk menyelesaikan ini semua, saya hanya bisa pasrah kepada Allah dan meminta agar segera diluruskan masalah ini. Sekarang, saya pribadi hanya membutuhkan Solusi dan Doa dari para pembaca untuk menyelasaikan masalah yang saya hadapi saat ini. 
Sepertinya, hanya itu yang dapat saya ceritakan untuk malam ini. Jika ada tutur kata yang salah atau menyinggung, saya Mohon Maaf yang sebesar-besarnya. Terimakasih.

Rabu, 06 Agustus 2014

My Story

Salam hormat bagi para pembaca. Saya akan memposting tulisan-tulisan yang mungkin tulisan-tulisan itu berawal dari sebuah perasaaan yang saya rasakan selama ini. 
Manusia tidak akan bisa hidup sendiri, jadi bisa dikatakkan manusia itu adalah makhluk sosial yang pastinya membutuhkan orang lain untuk membantunya bahkan sebaliknya. Kita sebagai manusia harus menerapkan sistem tolong menolong dan lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan golongan. Maka dari itu, dalam kehidupan sehari-hari kita tidak boleh bersikap egois. Namun, banyak juga remaja seperti saya yang mungkin mereka masih terbawa emosi saat sedang terjadi masalah di dalam kehidupannya. Mungkin sayapun juga masih seperti itu :D tapi, selama ini saya sudah berusaha untuk lebih bersabar untuk menghadapi masalah dan melewati rintangan yang sedang melanda saya kapanpun itu. Yaaa... mungkin namanya juga remaja, kita pasti sering terbawa emosi, dan sekarang banyak sekali remaja yang sudah terbebani oleh masalah. Namun, masalah tersebut hanya karena "Cowo". Apakah itu pantas untuk disebut sebuah masalah? Menurut saya, itu adalah hal sepele yang mungkin bisa kita cegah sendiri dengan cara pertama, yaitu memiliki "niat" yang kuat untuk melakukan segala hal positif dan menghindari hal yang akan menimbulkan dampak negatif bagi diri kita sendiri ataupun orang lain. Kenapa? karena mungkin semua remaja bahkan anak-anak SD'pun pasti sudah merasakan masa "Pacaran/Cinta Monyet". Nah, sebenarnya hal tersebut tidak boleh terjadi kepada diri kita. Karena, pacaran itu adalah hal yang mendekati Zina dan hal itu mungkin akan mengganggu kegiatan belajar kita serta kegiatan positif kita. Maka dari itu, mari kita belajar dengan rajin terlebih dahulu, karena masa depan kita masih panjang di depan sana. Masalah pacar itu urusan belakang karena, jodoh itu sudah ada yang mengatur. Jika kita sudah bisa meraih kesuksesan, bisa membanggakan orang tua, dan mendapat sebuah kebanggaan dengan hasil usaha kita sendiri selama ini, Insyaallah banyak yang sudah mengantri untuk menjadi "Calon" kita. Maka dari itu, ayo kawan kita belajar dulu yang rajin, ayo kita bersama-sama membanggakan dan membuat  hati orang yang kita sayang selama ini menjadi Bahagia atas prestasi yang kita raih. Semangatt!! Masa depan kita masih panjang!! :)
Mungkin, hanya itu yang dpaat saya tulis, Insyaallah saya akan memposting leih banyak lagi cerita-cerita/motivasi-moivasi yang mungkin bermanfaat bagi kita semua. Aamiin. Maaf jika ada kesalahan penulisan dan tutur kata yang kurang baik, saya akhiri postingan ini dengan mengucapkan terimakasih bagi para pembaca blog saya:) Semoga bermanfaat kawan:)

Selasa, 01 Juli 2014

MENJAGANYA

Salam hormat bagi para pembaca. Di sini saya akan menceritakan kisah pertemanan saya. Mungkin, anda pernah menganggap sepele seorang teman. Padahal, teman yang sebenarnya adalah orang yang senantiasa menemani kita. Pertama kali saya memiliki teman di saat saya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, saya berkenalan dengan satu orang dan setelah itu, saya mencoba mengenal lebih banyak orang yang berada di sekitar saya saat itu. Saya yakin jika suatu saat nanti, saya akan memiliki banyak teman. Dan pada halnya, teman yang saya maksud adalah mereka yang senantiasa selalu bersama saya di saat kondisi apapun dan senantiasa membantu saya. Pada akhirnya, saat ini saya telah memiliki 3 teman yang menurut saya mereka bisa menjadi teman setia saya. Mereka adalah Qoni, Fathma, dan Ofi. Kemanapun kami pergi, dimanapun itu kami pasti selalu bersama-sama. Entah apa yang membuat kami selalu bersama. Pada suatu saat, sedang terjadi perselisihan di antara kami berempat. Kami telah berusaha untuk menyelesaikan masalah itu dengan kepala dingin, namun salah satu dari kami sedang panas untuk mencurahkan semua emosinya di sosmed. Dan pada suatu hari, kami memutuskan untuk saling diam, dan akhirnya Tuhan telah menunjukkan kekuasaanNya. Permasalahan kami pun selesai dengan cara yang damai, yaitu saling bermaafan dan intropeksi diri sendiri. Nah, untunglah kami bisa menyelesaikan masalah pertemanan kami ini dengan cara yang damai. Jika tidak, saya telah berpikir jika pertemanan ini akan hancur. Namun, dengan sebuah kesadaran diri dan tidak menggunakan ego masing-masing kami dapat menyelesaikan masalah ini. Jadi, intinya kita harus menyelesaikan masalah dengan Kepala dingin dan saling intropeksi diri. Semoga bermanfaat. Maaf jika ada salah kata. Terimakasih:)